Latest Post

Perpustakaan pribadinya cara untuk berbagi ilmu

Written By Ilmu MUFA on Minggu, 01 Desember 2013 | 19.18

KABAR PROBOLINGGO - (2/12) Perpustakaan bagi Ihya Aminudin adalah caranya untuk berbagi ilmu.Menyebarkan kegemaran membaca melalui perpustakaan pribadinya menjadi cita-cita. Menurutnya, semangat ini ia dapati dari ayah dan kakeknya

TERLAHIR dari keluarga gemar membaca, Ihya Aminudin tak asing dengan buku sejak usia belia. Karenanya, ketika koleksi bukunya sudah mencapai ratusan, ia berinisiatif membuka perpustakaan agar lebih banyak orang mendapat manfaat dari bukunya.  


Perpustakaan yang dinamai Sri Tanjung ini berdiri sejak 1992. Letaknya tak jauh dari Kantor Kelura,han Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Menurut Ihya Aminudin (35), awal berdirinya perpustakaan ini bermula dari menumpuknya koleksi buku yang dimiliki keluarganya. Selain Ihya, bapak dan kakeknya juga mempunyai hobi yang sama, yakni membaca. Tak heran koleksi pribadi itu jumlahnya mencapai ratusan.

"Karena banyak, beberapa orang mulai tertarik untuk meminjam buku. Lama-kelamaan koleksi pribadi itu dipinjamkan ke orang umum," jelasnya. Karena semakin banyak orang umum yang melakukan pinjaman buku, Ihya kemudian resmi mendirikan perpustakaan di ruangan yang hanya berukuran 7x4 meter. Awalnya perpustakaan ini hanya mempunyai anggota para ustadz yang berjumlah sekitar 20-30 puluhan. Sebab koleksi yang dimiliki Ihya hanya buku agama dan kitab yang hanya bisa dibaca lulusan pondok.

"Sejak awal kami tidak memberikan batas waktu. Hanya mencatat di lembaran kertas kosong kemudian ditempel di rak buku Tapi kalau ada orang lain yang ingin pinjam, dan bukunya tidak ada, kami sendiri yang mengambilnya ke anggota," jelasnya.

Mengenai koleksi buku yang ada saat iu, ia mengaku mempunyai 2 almari yang semuanya koleksi pribadi dan juga koleksi orang tuanya, Ia mengaku koleksi itu didapat saat dirinya mondok di Nurul Jadid. "Saat saya masih di pondok, saya mencari sumbangan buku dari luar negeri, dan uang saku, saya belikan buku" jelasnya.

Soal dana pengoperasian perpustakaan, ia mengaku selama puluhan tahun memakai uang pribadi, baik untuk penambahan buku, dan juga penambahan fasil-tas lain. Ia mengaku hal itu dilakukan hanya untuk memberi kesempatan pada orang lain agar gemar membaca.

"Kami disini bukan mencari bayaran, malah kami yang mengeluarkan biaya. Tapi dengan membuka seperti ini, masyarakat yang berada di sekitar perpustakaan bisa gemar membaca. Dan dengan membaca, diharapkan masyarakat bisa tambah cerdas," ucapnya.

Ia mengaku, selama men-jalankan perpustakaan 19 tahun, ia tak menjalankan manajemen dengan benar. Ia juga hanya menambah koleksi buku-buku agama. Namun selama dua tahun terakhir, perpustakaannya tidak lagi hanya memiliki koleksi buku agama maupun kitab kuning. Sebab selama dua tahun terakhir ia mendapatkan hibah dari beberapa orang dan instansi pemerintah. Sejak itulah Ihya mengaku mulai mengatur perpustakaannya dengan lebih teliti. Termasuk menginventarisir biiku, anggota dan ruangan perpustakaan itu sendiri.

Dari keseluruhan koleksi, saat ini yang terbanyak buku untuk kalangan anak-anak kemudian buku untuk pelajar. "Tapi yang koleksi pribadi kami, seperti kitab-kitab kuning sementara kami amankan di rumah. Karena raknya tidak cukup," ungkapnya.

Dengan adanya penambahan buku ini, anggota selain kalangan ustadz sekarang bertambah. Seperti dari kalangan pelajar dan para ibu rumah tangga. Bahkan anggota saat ini ada juga dari kalangan tukang becak. "Salah satu anggota kami ada yang berhasil dengan membaca buku. Awalnya yang tidak bisa membuat jamu, sekarang bisa mem-produksi sinom. Itu semua dari membaca di perpustakaan kami Mas,'" tuturnya

Ihya mengaku, senang mempunyai anggota yang berhasil. Akan tetapi saat ada pengunjung yang balik karena tidak mendapatkan buku yang diinginkan, ia mengaku sangat kecewa. "Saya merasa kasihan Mas. Apalagi pengunjung yang balik gara-gara tak ada buku," ungkapnya.

Ia berharap, tahun-tahun mendatang bisa membuka ruang perpustakaan baru. Sebab saat ini, perpustakaan miliknya hanya ruangan kecil. Sehingga saat di pun-cak kunjungan beberapa pengunjung terpaksa mem¬baca di pinggir jalan atau di salah satu teras warga. "Tapi masih menunggu dana Mas," tutupnya. (rul/ama)








sumber : KABAR PROBOLINGGO (tgl. 02 Desember 2013)

Kantor Perpusda Gelar Rakor Pengembangan Perpustakaan

Written By Ilmu MUFA on Selasa, 26 November 2013 | 17.51

KRAKSAAN – Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo, Selasa (16/4) menggelar rapat koordinasi (rakor) pengembangan perpustakaan di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan. Rakor ini dibuka secara resmi oleh Asisten Tata Praja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Supriadi.


Rakor ini diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan instansi terkait Kasi Kesra Kecamatan serta PPAI Kecamatan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo sebagai mitra kerja Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo. Narasumber dalam rakor ini berasal dari Dinas Pendidikan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo.

Rakor ini mengambil tema “Kita Tingkatkan Kualitas SDM Melalui Sinergi Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan dengan Stakeholder”. Tema ini tentu mengajak kita bersama untuk selalu mengutamakan kemitraan atau sinergi antara lintas sektoral dan lembaga.

Kepala Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo Syafi’uddin dalam laporannya mengungkapkan rakor ini bertujuan untuk membangun sinergi dan sinkronisasi program serta mewujudkan pembangunan daerah dalam rangka pencapaian pembangunan pengembangan budaya baca di Kabupaten Probolinggo. Rakor ini diharapkan bermanfaat baik bagi masyarakat maupun bagi peserta yang mengikuti kegiatan ini.

“Paling tidak setelah mengikuti rakor ini bisa memahami pedoman pengelolaan perpustakaan, mengkaji berbagai permasalahan yang dihadapi di perpustakaan sehingga perpustakaan bisa menjadi sumber informasi, mampu mengembangkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di perpustakaan serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana penunjang layanan perpustakaan,” ungkap Syafi’uddin.

Sementara Asisten Tata Praja Supriadi dalam sambutannya mengajak agar rakor ini mampu menjadi momentum yang baik untuk dapat duduk bersama memadukan pemikiran dalam upaya membangun sinergisitas dalam mewujudkan tujuan pembangunan daerah, khususnya akselerasi pencapaian pembangunan pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan di Kabupaten Probolinggo.

“Hidup cerdas tentu hanya dapat dicapai melalui proses pembelajaran melalui pendidikan sebagai pembentukan karakter. Pembelajaran tersebut tidak hanya diperoleh dari pendidikan sekolah, namun yang lebih penting adalah ketika individu tersebut berada dalam aktifitasnya di masyarakat,” ungkap Supriadi.

Menurut Supriadi, diperlukan ketersediaan sumber-sumber informasi atau bahan bacaan yang dapat diakses dengan mudah dan murah sebagai elemen utama dalam mendorong pendidikan sepanjang hayat. Oleh sebab itu, dalam upaya mendukung pendidikan sepanjang hayat ini, posisi perpustakaan menjadi penting dalam menyediakan dan memfasilitasi transformasi ilmu pengetahuan sebagai insfrastruktur informasi yang berbasis masyarakat.

“Tema semacam inilah yang akan kita tawarkan dan kembangkan dalam upaya mewujudkan hidup cerdas melalui variasi layanan perpustakaan yang dapat diakses dan dijangkau oleh masyarakat luas dengan mudah dan murah sampai ke daerah-daerah,” jelas Supriadi.

Dikatakan Supriadi, sinergis dan kemitraan dalam pencapaian program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan perlu juga ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo maupun lembaga teknis daerah lainnya. Prinsip ini perlu dikedepankan mengingat terbatasnya sumber daya dan sumber dana dalam pengembangan perpustakaan serta minat baca yang bersumber dari APBD.

“Perpustakaan umum daerah sebagai instansi pembina semua jenis perpustakaan, maka kebijakan strategis yang ditempuh adalah melalui kebijakan stimulan bantuan sarana prasarana perpustakaan dan mobil perpustakaan keliling kepada perpustakaan di lembaga-lembaga pendidikan,” pungkas Supriadi. (wan)

 Reporter : Syamsul Akbar
webterkait : probolinggokab.go.id

Perpus Daerah Kabupaten Dipercanggih

Perpusdaerah - Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo di Kraksaan semakin dipercanggih. Kali ini, perpusda itu meluncurkan kartu elektrik untuk mempermudah pencarian buku bagi pelanggannya.

Kasi pelayan perpusda, Hj. Lilik Armi menjelaskan, kartu anggota (KTA) elektrik sebesar kartu ATM untuk mempermudah pelanggan dalam mencari buku yang dibutuhkan. Selain itu juga mempermudah petugas perpusda dalam mendeteksi keberadaan buku–buku di perpustakaan.

“Ini nantinya untuk otomasi pencarian buku. Selama ini masih manual, artinya pencarian buku dicari seperti mencari barang hilang. Dengan adanya kartu elektrik tersebut pencarian dilakukan dengan komputer yang mampu menginformasikan keberadaan buku-buku,” katanya.

Hal itu, Hj. Lilik, semakin banyaknya pelanggan atau anggota perpusda sehingga dengan kartu elektrik tersebut sangat membantu petugas maupun pelanggan. “Ini sebagai penata admin, berapa ribu anggota yang masih aktif atau berapa buku yang sedang keluar dan kembali,” ungkap Lilik.

Sistem kerja kartu yang berwarna biru itu, dalam pencarian buku hanya dengan sistem sinar. Kalau buku yang di cari tidak ada atau sedang dipinjam orang lain, secara otomatis dilayar mesin akan muncul tulisan “buku sedang dipinjam”.

Begitu pula kalau buku yang sudah jatuh tempo belum di kembalikan, sementara ada orang lain yang ingin meminjam buku itu, secara otomatis di layar tertera tulisan “nomor register belum masuk”. Dari itulah petugas akan memanggil orang tersebut untuk mengembalikan bukunya.

Untuk mendapatkan kartu elektrik tersebut tak terlalu sulit. Anggota lama cukup menukarkan KTA yang lama, sedangkan anggota baru hanya membawa foto copy KTP, SIM, atau kartu tanda siswa yang masih berlaku.



Sumber : Bromo Post

Gelar Seminar Minat Baca

KRAKSAAN - Banyak cara yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam upaya menyadarkan masyarakat tentang betapa pentingnya membaca. Melalui Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda), salah satunya selain dengan melakukan aksi jemput bola, perpustakaan keliling dengan mendatangi lembaga-lembaga pendidikan, desa-desa hingga ke pelosok daerah, digelar pula seminar minat baca di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Kamis (19/9).

Dalam pantauan Bromo Info, seminar minat baca yang dimulai sekitar pukul 08.30 itu, selain diikuti oleh kalangan pelajar, guru, pegawai juga tampak dari kalangan umum yang mengikutinya. Seminar pagi itu mengambil tema “Membangun Kebiasaan Membaca” dengan dua orang narasumber, yakni Velix Yanwar Siauw dan Dra. Rachmini Aida, M.Pd.

Kepala Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Probolinggo Syafi’uddin menuturkan bahwa digelarnya kegiatan tersebut salah satunya guna menyadarkan masyarakat betapa mulianya dan akan arti pentingnya membaca dan menulis untuk menjadi cerdas, berwawasan luas dan berkualitas.

“Seminar ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik bagi peserta maupun masyarakat guna menumbuhkan kebiasaan masyarakat serta merubah budaya mendengar dan ngobrol menjadi gemar membaca. Selain itu, dapat menyadarkan masyarakat betapa pentingnya membaca dan menulis. Mari kita rubah budaya mendengar menjadi budaya membaca dan menulis,” ungkap Syafi’uddin.

Seminar minat baca ini dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy’ari. Dalam sambutannya Asy’ari menuturkan, betapa pentingnya membaca. Pasalnya, dengan membaca maka akan dapat menambah ilmu dan pengetahuan. “Membaca sudah diperintahkan oleh Allah SWT seperti yang tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an, surat Al-Iqra’ yang artinya bacalah,” ungkap Asy’ari.

Dalam kesempatan tersebut Asy’ari mengajak agar semua kalangan wajib gemar membaca, bukan hanya pelajar yang dituntut untuk gemar membaca, tetapi semua umat manusia. “Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru yang telah banyak mengajak generasi penerus untuk gemar membaca. Kegemaran membaca perlu didorong, karena pada umumnya masyarakat masih lebih suka mendengarkan dari pada membaca. Padahal, manfaatnya lebih besar membaca,” jelas Asy’ari.

Budaya mendengar pada masyarakat kita menurut Asy’ari memang masih rendah dan memprihatinkan. Masih tersedot pada tradisi mendengar dan menutur. Belum beralih pada pola masyarakat maju, yang suka membaca dan menulis. Hal tersebut bukan hanya terjadi pada kaum tani, nelayan, buruh, pengusaha kecil dan masyarakat bawah di desa-desa. Tetapi tidak menutup kemungkinan, para akademisi, birokrat dan masyarakat awam di tingkat menengah ataspun tergolong malas membaca dan malas menulis.

“Mari kita tengok di sekitar kita, masyarakat masih suka mengobrol “kaberek katemor” (dalam bahasa madura) yang tidak jelas pembicaraannya, dari pada membaca buku sambil duduk manis atau berdiri. Budaya ngerumpi pada masyarakat kita jauh lebih kuat dibandingkan membaca. Itu dapat ditemui disekitar kita,” terang Asy’ari.

Dikatakan Asy’ari, budaya ngobrol itu tidak hanya terlihat di tempat umum, di lembaga pendidikan saja yang mayoritas pelajar budaya ngobrol masih sangat kuat. “Coba kita lihat, perpustakaan sekolah, perpustakaan umum atau bahkan yang di perkantoran berapa banyak orang yang asyik membaca buku. Dapat dipastikan lebih banyak yang asyik ngerumpi. Padahal perpustakaan itu adalah sumber dari segala sumber ilmu pebgetahuan,” tegas Asy’ari.

Oleh karenanya melalui kesempatan itu, Asy’ari mengajak seluruh pihak untuk melek, membuka jendela dengan memulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat untuk menjadikan gerakan bersama dalam merubah budaya mendengar, ngerumpi menjadi gemar membaca dan menulis.

Sementara Rachmini Aida selaku narasumber banyak mengulas tentang peran keluarga dalam membangun kebiasaan membaca pada anak usia dini. Selain itu, sekolah juga memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan minat baca dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan minta baca.

“Pengaruh pendidikan dalam keluarga sangatlah besar bila dibandingkan dengan lingkungan sekolah dan masyarakat. Mari kita tanamkan bahwa pendidikan karakter terbesar ada di lingkungan keluarga,” ajaknya.

Menariknya, siang itu juga diserahkan hadiah kepada para pemenang lomba-lomba yang diadakan oleh Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo. Diantaranya, lomba mewarnai tingkat TK/RA, juara 1 diraih oleh Aurelia A dari TK Al Qur'an Plus Darussalam, juara 2 diraih oleh Silvia F dari TK Putra Jaya Kraksaan dan juara 3 diraih oleh Arajuda M A dari TK Al Irsyad Kraksaan.

Untuk lomba Cipta dan Baca Puisi tingkat SD/MI, juara 1 diraih oleh Fortuna F dari SDN Maron Wetan 1, juara 2 diraih oleh Hanin A dari SDN Sumber Kedawung III dan juara 3 diraih oleh Diva E P dari SDN Maron Wetan I.

Lomba Mendongeng tingkat SD/MI juara 1, diraih oleh Zahrina Z M dari MI Nurul Rahmah, juara 2 dan 3 masing-masing diraih oleh Dian N dari SDIT Permata Kraksaan dan R Gina Ayu dari SDN Klaseman.

Untuk lomba Mading tingkat SMP/MTs juara I diraih oleh MTs NU Kraksaan, juara 2 diraih oleh SMPN I Kraksaan dan juara 3 diraih oleh SMPN I Kotaanyar. Untuk tingkat SMA/SMK/MA juara I diraih oleh MA NU Kraksaan, juara 2 diraih oleh SMK Assalam Maron dan 3 diraih oleh SMA Unggulan Zaha Genggong.

Yang tidak kalah menariknya, Perpusda juga menggelar lomba bidang fotografi dengan kriteria umum, yakni lomba kepergok membaca, untuk juara I berhasil diraih oleh Perstika E P asal Desa Sumberkerang Kecamatan Gending, juara 2 diraih oleh M. Fudael asal Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan dan juara 3 diraih oleh Kharisma A asal Desa Tongas Kulon Kecamatan Tongas. (un)


Reporter : Yuyun Wahyudi
webterkait : probolinggokab.go.id

Alasan Lebih Baik Membaca Buku Dari Pada Pacaran

Written By Ilmu MUFA on Senin, 25 November 2013 | 23.06

Buku adalah teman sejati Anda. Kata-kata bijak ini benar! Satu buku yang bagus dapat mengusir rasa sepi dan memberi segudang pengetahuan. Buku akan mengisi hari-hari Anda dengan indah seperti kekasih Anda. Namun buku bisa jauh lebih baik dari kekasih Anda. Berikut ini Penjelasannya :

1. Buku tidak menipu atau menyakiti Anda
Sebuah buku tidak
akan pernah menipu atau menyakiti Anda. Berbeda dengan kekasih yang bisa menyakiti atau membohongi Anda kapan pun.
 

2. Buku dapat menunjukkan gambaran nyata dunia
Tidak seperti dunia fantasi cinta Anda, buku akan membuat Anda di dunia nyata. Seorang pacar mungkin membuat Anda sering berkhayal selama beberapa bulan tentang cinta. Tapi buku hanya akan membuat Anda dekat dengan kebenaran. Sebuah buku yang bagus pasti dapat membantu Anda untuk menyingkirkan kelemahan Anda dan menjadi orang yang lebih baik.

3. Tidak akan pernah membuat Anda merasa kesepian
Seorang pencinta buku tidak pernah bisa merasa kesepian. Anda dapat mengandalkan buku Anda untuk hiburan setiap waktu. Sebuah penerbit buku dapat menghibur Anda kapan pun dengan berbagai jenis buku mulai dari fiksi, drama, ketegangan dan bahkan asmara.
Di sisi lain, pacar memberi Anda waktu sesuai jadwalnya. Dia juga mungkin akan meninggalkan Anda dan pergi selama beberapa hari. Tidak seperti pacar, buku tidak akan pernah membuat Anda merasa bosan atau ditinggalkan.

4. Memberi Anda pengetahuan
Dengan membaca, Anda akan menambah ilmu dan pengetahuan Anda. Wawasan menjadi luas, Anda juga menjadi cerdas. Sebaliknya, tidak semua pacar bisa menambah wawasan Anda. Pengetahuan orang berbeda-beda. Jika mendapat pacar yang wawasannya tidak pas, bahan obrolan Anda juga tidak akan bermutu.

5. Buku tidak pernah memaksa Anda untuk berubah
Seorang pacar mungkin mengharapkan Anda untuk menjadi lebih ramping, menjadi lebih feminin, lebih seksi bahkan dengan cara memaksa yang sebenarnya tidak Anda inginkan. Di sisi lain, buku tidak akan pernah melakukan semua ini. Dia adalah benda mati yang tidak menuntut macam-macam dari Anda. Justru Anda bisa berubah menjadi lebih baik setelah membaca buku.

6. Anda selalu dapat membeli buku baru
Anda tidak bisa mengganti pacar Anda jika Anda tidak menyukainya. Anda mungkin bisa melakukannya sekali atau dua kali tetapi tidak mungkin untuk mengganti pacar setiap waktu. Di sisi lain, Anda selalu dapat membeli buku baru ketika Anda merasa bosan dengan satu buku.

7. Buku yang bagus bisa menjadi guru kehidupan
Sebuah buku yang bagus pasti dapat mengajarkan perbedaan antara apa yang benar dan apa yang salah. Buku bisa memberi pesan moral dan hikmah dari kehidupan.

Buku bisa jadi lebih baik dari kekasih Anda, bukan berarti Anda harus memutuskan pasangan dan berpacaran dengan buku. Jadikan buku sebagai sahabat agar Anda tidak merasa sepi dan bertambah pintar.

Sumber : wongzo.blogspot.com

Semoga bermanfaat
Terima Kasih.

Perpusda Inginkan SDM Lebih Meningkat

Written By Ilmu MUFA on Minggu, 24 November 2013 | 17.48

Kraksaan – Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo hari ini Kamis (03/10/13) menggelar acara Bimbingan Technis (Bimtek) untuk tenaga pengelola Perpus sekolah, yang bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekola Swasta (MKKS) untuk sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Probolinggo. Acara yang dilaksanakan dikantor Perpusda tepatnya diGedung Islamic Centre (GIC) Lantai dasar kota Kraksaan tersebut diikuti oleh  59 peserta dari kepala sekolah SMP Swasta se-Kabupaten Probolinggo.

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 Wib, itu dipimpin langsung oleh dua instruktur dari pihak Perpusda Kabupaten Probolinggo, yang secara langsung diperagakan menggunakan Proyektor serta dilakukan pembrivingan dan materi technis tentang bagaimana mengelola Perpustakaan serta peningkatan SDM bagi para guru yang sudah memiliki ruang pustaka disekolahnya masing-masing.

Fitri Nursanti, selaku Pustakawan dikantor Perpusda Kabupaten Probolinggo mengatakan, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menumbuh kembangkan adanya Perpustakaan disekolah-sekolah swasta tingkat SMP Kabupaten Probolinggo, dan secara langsung untuk melakukan terciptanya peningkatan SDM dan peningkatan Perpus sekolah.

“ Program seperti ini sebetulnya sudah sering kami laksanakan, namun untuk yang sekarang ini merupakan kali pertama yang kami lakukan untuk bekerja sama dengan forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Swasta (MKKS) ditingkat SMP Kab. Probolinggo. Dengan upaya kami agar semua sekolah swasta SMP lebih memperhatikan dan meningkatkan dampak yang positif, sehingg a SDM menjadi lebih baik dan meningkat,” jelas Fitri.

Sementara, Rahman Zubaidi selaku ketua panitia dari MKKS menyebutkan, bahwa pihaknya secara reverensi akan benar-benar mensuport dan menerapkan materi maupun praktek bagaimana upaya untuk peningkatan SDM dan pngembangan ini segera tercipta.” Selain itu kami juga meminta kepada instansi terkait untuk akses pengadaan buku diperpustakaan sekolah kami lebih ditingkatkan. Karena terciptanya SDM yang lebih meningkat juga memerlukan kelayakan pada diri kami sebagai pegolah Perpus sekolah,” terangnya. (Dc) 


web terkait : bromofm923.probolinggokab.go.id

Perpustakaan Sekolah Masuk 10 Besar Tingkat Provinsi

Written By Ilmu MUFA on Selasa, 15 Oktober 2013 | 20.30

Tahun 2013 ini menjadi hari bersejarah bagi perpustakaan sekolah di Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, perpustakaan sekolah yang diwakili oleh Perpustakaan SMAN 1 Tongas dan SMPN 2 Paiton masuk dalam 10 besar nominasi perpustakaan SMA/SMP terbaik se-Jawa Timur.



Berdasarkan surat keputusan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur nomor : 041/346/210.4/2013 tentang 10 (sepuluh) Nominator Terbaik Lomba Perpustakaan SLTA KAB/KOTA Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2013, SMA Negeri 1 Tongas berada pada urutan 9 darai daftar yang telah dikeluarkan. Sedangkan SMP Negeri 2 Paiton berada pada urutan 5 perpustakaan SMP se-Jawa Timur.


Dalam surat keputusan tersebut juga mencantumkan jadwal kunjungan lapangan terhadap 10 nominator, baik tingkat SMP maupun SMA. Perpustakaan SMA Negeri 1 Tongas akan menerima kunjungan dari tim juri pada tanggal 28 Mei 2013, kemudian SMPN 2 Paiton akan menerima kunjungan dari tim juri satu minggu kemudian.
Dari rangkaian kegiatan lomba ini, diharapkan perpustakaan SMA Negeri 1 Tongas dan SMPN 2 Paiton akan mendapatkan hasil yang maksimal sehingga bisa menjadi contoh bagi perpustakaan-perpustakaan sekolah yang lain di Kabupaten Probolinggo untuk berlomba-lomba menjadi perpustakaan sekolah terbaik se-provinsi Jawa Timur pada kesempatan yang akan datang.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. baru tes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger